Salam food explorer!

Kali ini saya akan membahas tentang lampiran hasil uji laboratorium pada sampel Onagi sebagai salah satu syarat dalam mengajukan SP-PIRT. Seperti yang sudah dijelaskan dalam cerita saya di part 1, uji laboratorium disarankan pihak Dinkes Tangsel untuk dilaksanakan di Labkesda Tangsel yang lokasinya berdekatan satu sama lain. Sebenarnya tidak harus di Labkesda Tangsel, bisa juga di laboratorium lain selama lab tersebut terakreditasi. Akan tetapi saya dan tim memilih Labkesda Tangsel karena jaraknya yang dekat dengan Dinkes Tangsel.

Pada tanggal 13 Juni 2016, saya dan salah satu anggota tim saya, Rio, mulai mengajukan uji lab sampel Onagi setelah beberapa hari sebelumnya bertanya tentang apa yang harus dipersiapkan. Untuk mengajukan pengujian lab di Labkesda Tangsel caranya mudah sekali, cukup menyediakan:

a. Sampel produk yang ingin diujikan, lengkap dengan kemasannya
b. Uang (dengan biaya Rp 100.000,- per parameter uji)

Onagi disarankan untuk menguji 2 parameter, yaitu Angka Lempeng Total, dan Angka Kapang Khamir, sehingga saya dan tim harus membayar total Rp 200.000,-. Setelah melakukan pembayaran dan pemberian sampel, kami mendapatkan bukti pembayaran dan tanda terima sampel. Pengujian dilakukan kurang lebih selama 2 minggu.

Bukti Pembayaran Labkesda

Bukti Pembayaran

Tanda Terima Sampel Labkesda

Tanda Terima Sampel

Setelah itu kami tinggal menunggu produk tersebut selama kurang lebih 2 minggu (maksimal 1 Juli 2016)

==========================================================================

Pada tanggal 24 Juni 2016, ternyata hasil pengujian sudah dapat diambil. Saya menghubungi Labkesda via telepon untuk memastikan apakah produk sudah bisa diambil atau belum, dan ternyata bisa. Cukup membawa bukti pembayaran dan tanda terima sampel, saya bisa mengambil hasil uji laboratorium produk Onagi rengginang.

Dan hasilnya adalah………………………..

Hasil Uji Labkesda

Hasil Uji Laboratorium Onagi – Lolos!

Ternyata produk Onagi lolos uji lab! Senang sekali rasanya melihat hasil ini. Hasil uji sampel dibandingkan dengan syarat atau standar dari SNI 7388: 2009 tentang batasan maksimum cemaran mikroba dalam pangan.

Berdasarkan hasil tersebut, Angka Lempeng Total menunjukkan hasil 77 CFU/gram (maksimum 1 x 10^4 CFU/gram) dan Angka Kapang Khamir menunjukkan hasil 0 CFU/gram (5 x 10^1 CFU/gram). Puji Tuhan produk Onagi lolos. Satu lagi checklist lampiran Onagi sudah selesai! Tinggal beberapa syarat lagi untuk siap diajukan ke dinas kesehatan Tangsel!

Penasaran cerita selanjutnya? Ditunggu ya!

Advertisements