Salam food explorer!

Karena sudah terlalu sering membahas tentang PIRT dan Rengginang Onagi, kali ini kita bergeser ke hal lain yuk! Saya akan membahas sesuatu yang masih berhubungan dengan pangan, khususnya perindustrian, dan lebih khususnya lagi adalah industri pangan. Dalam sebuah industri dibutuhkan seorang pemimpin bukan? Peran pemimpin di sini sangatlah penting untuk menentukan nasib perusahaan yang dipimpinnya. Ada bermacam-macam jabatan, mulai dari karyawan sampai menjadi CEO. Kali ini saya akan membahas sebuah jabatan yang mayoritas orang ingin mencapai jabatan tersebut, yaitu MANAGER.

Peran manager itu apa saja?
Peran utama menjadi sebuah manager adalah pengambilan keputusan. Hal inilah yang menjadikan jabatan sebagai manager sulit didapatkan. Apabila salah mengambil keputusan, dapat berakibat fatal bagi perusahaannya.

Selanjutnya adalah sebagai juru bicara. Juru bicara di sini dibagi menjadi dua, yaitu juru bicara ke dalam (internal) yang artinya mewakili atasannya berbicara kepada bawahan atau karyawannya,  dan juga juru bicara keluar (eksternal) mewakili divisinya.

Seorang manager pun bisa menjadi seorang negosiator. Dalam kenyataannya, manager harus pintar bernegosiasi misalnya dengan supplier atau dengan network atau jaringan lainnya.

Leader vs Manager

pushpull
Nah, ada pula istilah Leader. Apakah bedanya leader dengan manager?

Manager dipilih sebagai pemimpin, namun bukan berdasarkan pilihan bawahannya. Sementara leader, ia dipilih karena memang bawahannya memilih dia sebagai pemimpin.

Manager as a Leader

manager1
Lalu bagaimana dengan Manager as a Leader atau manager yang sekaligus sebagai leader? Manager dapat dikatakan seorang leader atau pemimpin harus mampu menggerakkan partisipasi bawahannya (manager yang partisipatif). Dia harus mampu untuk:

  1. Membawa bawahannya memiliki daya saing
  2. Memberdayakan karyawan-karyawannya. Kalau tidak diberdayakan maka tidak akan produktif
  3. Memecahkan masalah yang didapat (disturbance handler)

Terdapat dua pola kepemimpinan sebagai manager:

  1. Transaksional: menentukan target terlebih dahulu, dan harus diselesaikan atau dicapai.
  2. Transformasional: meningkatkan target capaian (motivasional), memotivasi karyawan untuk meningkatkan target

Jenis kekuasaan pada leader/manager:

  1. Legitimate: memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dan melakukan perencaraan
  2. Coersive: bersifat memaksa, agar tidak dipermainkan oleh bawahan
  3. Experties: karena sudah ahli atau berpengalaman. Semakin tinggi pangkat jabatan, managerial skillnya makin besar, dan technical skillnya sedikit saja cukup.
  4. Informasional: kemampuan dalam menjaring dan mengolah data. Seorang manager atau leader harus memiliki informasi yang cukup sebelum mengambil keputusan.
  5. Reward: kemampuan membayar/menggaji/menghargai
  6. Koneksi: manager atau leader harus memiliki koneksi yang baik. Akan tetapi kalau terlalu banyak koneksi pun tidak terlalu baik
  7. Acuan: bisa dijadikan contoh oleh bawahannya

Sekian bahasan saya tentang Manager dan Leader. Jadilah manager yang mampu memimpin bawahan dan perusahaan dengan baik. Good luck for you! Ditunggu ya post-post selanjutnya!

Advertisements