Salam food explorer!

Onagi maju 1 langkah lagi untuk mendapatkan SP-PIRT!

Kali ini saya akan membahas tentang Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan atau yang sering disebut dengan sertifikat PKP. Jadi apa sih sertifikat PKP ini? Kalau teman-teman sudah membaca Onagi Mengejar SP-PIRT – Part 1 kalian akan melihat salah satu syaratnya adalah fotokopi Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan.

Penyuluhan keamanan pangan (PKP) ini merupakan salah satu syarat wajib yang harus dilakukan oleh pelaku usaha, khususnya industri rumah tangga. Penyuluhan dapat dilakukan semua daerah di Indonesia. Kebetulan kali ini penyuluhan diadakan di Dinkes Kubu Raya, Kalimantan Barat. Tujuan diadakannya PKP ini adalah agar pelaku usaha dapat menerapkan sanitasi dan keamanan pangan saat memproduksi produknya di industri rumah tangga. Dalam pelaksanaannya, pembicara menyampaikan beberapa hal mengenai bagaimana menjaga kebersihan di tempat produksi, bangunan, suplai air bersih, alat-alat produksi, dll. Informasi mengenai label pangan, pengendalian proses, penyimpanan produk, pelatihan karyawan, dll. juga disampaikan di sini. Untuk biaya, hal ini tergantung dari Dinkes-nya. Kalau ada dana dari pemerintah, pelaku usaha tidak perlu membayar. Akan tetapi kalau tidak ada biaya dari pemerintah, maka pelaku usaha diwajibkan membayar sesuai yang diminta oleh dinas kesehatan setempat.

PKP berlangsung selama kurang lebih 2 hari, di mana hari pertama merupakan seminar materi, dan hari kedua adalah mini workshop. Pelaku usaha yang ikut melaksanakan PKP selama 2 hari tersebut akan mendapatkan sertifikat PKP, contohnya adalah sebagai berikut:

Sertifikat PKP-001

Beberapa informasi yang ingin saya sampaikan mengenai PKP ini adalah

  1. Tidak boleh ada hewan apapun seperti kucing, anjing, kecoa, tikus, kutu, dll. di sekitar tempat produksi karena berpeluang menimbulkan penyakit atau menjadi sumber hama.
  2. Peraturan mengenai label pangan mengikuti PP no.69 tahunn 1999 tentang Label dan Iklan Pangan.
  3. Jika ternyata produk hasil produksi mengandung bahaya, perlu dilakukan tindakan koreksi seperti menarik produk dari pasar, menghentikan produksi, atau memusnahkan produk tersebut jika memang membahayakan.

Sekian informasi dari saya tentang Sertifikat PKP. Semoga bermanfaat bagi kalian yang cukup bingung tentang apa itu Sertifikat PKP.

Ditunggu ya informasi selanjutnya, sampai jumpa!

Advertisements