Tags

, , , ,

Halo food explorer!

Kali ini saya akan membahas tentang bacang. Kalian tahu apa bacang itu? Mungkin bagi kalian yang beretnis Tionghoa sudah tidak asing mendengarnya. Ya, bacang merupakan makanan dari dataran Cina, khususnya negeri Chou. Bacang ini berupa nasi yang berisi daging babi yang dicincang, dan kemudian dibungkus dengan daun bambu dan diikat dengan tali atau benang.

kue-bacang

Bacang

Lalu bagaimana sejarah dari bacang ini? Saya akan ceritakan secara garis besarnya.

Suatu hari di kerajaan Chou, ada seorang mentri bernama Qu Yuan dan rajanya. Qu Yuan merupakan  mentri yang suka menasihati rajanya, namun rajanya tidak pernah mendengarkan nasihat dari Qu Yuan. Suatu saat bahkan Qu Yuan pernah difitnah sehingga menyebabkan dirinya dipecat dari kerajaan. Qu Yuan pun menjadi stres dan frustasi.

quyuan

Qu Yuan

Karena frustasi, Qu Yuan melakukan upaya bunuh diri dengan cara menghanyutkan diri ke dalam Sungai Miluo. Batu yang besar dipeluknya sehingga Qu Yuan dapat tenggelam dan mati bunuh diri. Raja Chou sangat menyesal akan kejadian ini, dan meminta prajuritnya untuk mencari mayat dari Qu Yuan. Akan tetapi, usaha tersebut tidak membuahkan hasil, mayat Qu Yuan tidak ditemukan.

Oleh sebab itu, sang raja melakukan ritual permohonan maaf dengan cara memasukkan makanan ke dalam Sungai Miluo tersebut untuk memberi makan Qu Yuan. Akan tetapi makanan tersebut habis dimakan oleh ikan-ikan yang ada di sungai tersebut.

Suatu malam, Qu Yuan datang melalui mimpi, dan meminta agar makanan yang dimasukkan ke dalam sungai dibungkus dengan daun bambu terlebih dahulu, diikat dengan benang/tali, dan dibentuk seperti tanduk agar ikan-ikan mengira bahwa itu adalah tanduk dan akhirnya tidak jadi memakannya. Lalu dibuatlah demikian, nasi dengan daging babi cincang yang dibungkus daun bambu, yang saat ini disebut dengan Bacang.

Untuk selengkapnya, kalian dapat melihat video berikut ini mengenai sejarah Bacang:
Sejarah Bacang

Demikian dari saya, semoga bermanfaat!!

Salam Food Explorer!

Advertisements