Tags

, , ,

Salam food explorer!

Kali ini kita berkelana ke Yogyakarta yuk! Kota ini sungguh indah, penuh dengan budaya. Tentunya akan sangat menarik untuk teman-teman yang suka jalan-jalan dan mencintai budaya Indonesia. Ngomong-ngomong tentang Jogja, kota pendidikan yang satu ini mempunyai banyak sekali makanan unik dan murah yang saya dan pacar saya temui ketika berjalan-jalan ke sana bulan Juli-Agustus 2016 lalu. Seperti yang telah saya bahas di post sebelumnya, salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Pasar Kangen. Yap, sesuai namanya, pasar ini cocok untuk kita-kita yang kangen dengan makanan jadul “jaman dulu”. Di sana ada 1 kios/tenant yang sangat menarik perhatian kami, yaitu kios yang menjual makanan kesukaan Sultan Hamengkubuwono!

This slideshow requires JavaScript.

Ada banyak sekali makanan kesukaan sultan yang dijual di sana, dan yang paling menarik dan cukup besar adalah Songgo Buwono. Hmmm, dari namanya saja masih belum kebayang apa sih Songgo Buwono itu. Untungnya. di kios ini ternyata ada poster yang menjelaskan secara singkat apa itu Songgo Buwono.

037640200_1435984610-20150704-songgo_buwono-yogya1

Ini dia penampakan dari Songgo Buwono

Jadi, songgo buwono  berbentuk seperti kue sus, yang berisi ragout ayam, ditambah dengan telur rebus, acar. dan selada, serta ditambah dengan mayones yang lezat sekali. Konon katanya, songgo buwono ini merupakan ide dari Sultan Hamengkubuwono VII yang prihatin akan kebiasaan makan rakyatnya yang kurang sehat. Saat itu ada makanan sejenis burger yang tahan lama namun gizinya tidak ada. Muncullah ide untuk membuat songgo buwono ini yang bergizi (segar/fresh) karena apabila dibuat hari ini, besoknya bisa jadi sudah rusak. Arti songgo buwono sendiri adalah “menyangga bumi”, di mana songgo artinya “menyangga”, dan buwono adalah “bumi”. Makanan ini juga sering dijumpai di hajatan pernikahan dengan harapan dapat menyangga kehidupan baru secara mandiri.

Lalu kira-kira apa sih filosofi setiap bahan/komposisinya?

Songgo buwono menggambarkan langit, bumi dan seisinya. Selada yang diletakkan pada bagian dasar songgo buwono ini melambangkan tumbuhan yang menyangga bumi. Tumbuhan-tumbuhan ini harus dijaga agar tetap lestari di bumi. Kue sus itu sendiri merupakan lambang dari bumi kita tercinta. Selain itu isi dari kue sus adalah ragout ayam (atau kadang sapi), yang melambangkan penduduk di bumi ini. Langit dan bintang dilambangkan secara berturut-turut dengan mayones dan acar timun. Sementara gunung, dilambangkan dengan telur rebus yang dipotong setengah.

Deskripsi rasa? Wah ini sulit dideskripsikan saking enaknya teman-teman. Bagi teman-teman yang ke Jogja, sangat disarankan untuk memburu makanan ini. Ada manis, asin, dan gurihnya dari ragout ayam, mayones yang asam-asam manis, acar yang kecut-kecut segar, kue sus yang empuk, selada yang masih fresh. Pokok’e komplit deh di sini. Rasanya ingin beli lagi kalau ada di Tangerang haha.

Well, mungkin bagi kalian yang penasaran sekali dengan makanan ini, tapi belum bisa menemukannya di daerah kalian masing-masing karena belum sempat ke Jogja, boleh banget dicoba untuk masak sendiri. Saya rekomendasikan cara buatnya di video ini:
Cara membuat songgo buwono

Sekian dulu dari saya tentang makanan kesukaan sultan Hamengkubuwono yaitu Songgo Buwono. Semoga bermanfaat!

Salam~

Advertisements