Tags

,

Halo food explorer!

Hari ini saya akan bercerita sedikit tentang salah satu makanan favorit saya yang berasal dari Jakarta, ibu kota kita tercinta, yaitu Kerak Telor. Belum ke Jakarta namanya kalo kalian belum mencoba makanan sejenis omelet yang satu ini.

kerak-telor-maksindo

Kerak Telor, Omelet khas Jakarta

Kerak telor ini terbuat dari beberapa bahan, seperti telur ayam/bebek, beras ketan putih, ebi kering, bawang goreng, kelapa sangrai, cabe merah, kencur, jahe, merica, garam dan gula pasir. Keunikannya juga ada di cara masaknya teman-teman. Ketika sudah telur sudah setengah matang, wajannya langsung dibalik sehingga langsung kena arangnya dan hasilnya agak-agak gosong dan terbentuk kerak. Itulah sebabnya mengapa disebut Kerak Telor.

396916_2778190767082_1027527330_32452695_304384600_n

Pedagang Kerak Telor

Lalu, kira-kira bagaimana sih asal-usul dari kerak telor ini??

Menurut sejarah, kerak telor ini sudah ada sejak masa penjajahan kolonial Belanda pada zaman dahulu di Batavia (Jakarta). Saat itu Batavia masih banyak ditumbuhi banyak pohon kelapa, itulah mengapa Jakarta juga disebut sunda kelapa. Warga Batavia banyak memanfaatkan kelapa di masakannya, seperti contohnya soto betawi, nasi uduk, dll. Iseng-iseng mencoba untuk mencampurkan beras ketan, telor, kelapa parut dan bumbu dapur lainnya, jadilah masakan yang enak pula yaitu kerak telor. Kerak telor sempat menjadi makanan yang dihidangkan di acara-acara besar seperti hajatan pada zaman tersebut.

Kalau teman-teman penasaran dengan rasanya, kerak telor ini banyak ditemui di Pekan Raya Jakarta setiap tahunnya. Datanglah ke Pekan Raya Jakarta, anda akan melihat puluhan bahkan ratusan penjual kerak telor yang tentunya selalu ramai pembeli. Jadi, yuk segera cobain makanan khas Jakarta yang satu ini. Awas ketagihan ya hahaha!

Salam,

Food explorer

Advertisements